Langsung ke konten utama

MARI PILIH CALEG BERKUALITAS


RUMAH KITA | Menjelang  Pemilihan Legislatif (Pileg) Rabu 17 April 2019  mendatang adalah momentum sekali 5 Tahun bagi masyarakat sedapil IV khususnya Hutabayuraja untuk menyalurkan aspirasi politiknya.

Di pesta Pileg kali ini, pemilih akan memiih wakil-wakilnya yang akan duduk di kursi legislatif. "Ini kesempatan dari pemilih untuk menentukan siapa caleg akan menjadi representasi rakyat", ungkap tokoh muda hutabayu Patar H Hutapea selaku ketua DPC JPKP HUTABAYURAJA yang beralamat dikelurahan Hutabayu.

  • PATAR H HUTAPEA

Menurut beliau suksesi politik dari pemilu ke pemilu terus terjadi perubahan. "Namun yang pasti masyarakat saat ini makin cerdas dalam memilih. Maka"nya saya menganjurkan agar warga khususnya Hutabayuraja selektif untuk menentukan pilihannya. Pilihlah partai yang konsisten dan caleg yang baik dan berkualitas", jelasnya.
Dalam hal ini Patar memiliki beberapa  alasan, caleg-caleg yang terpilih nanti memiliki tugas yang tidak gampang di lembaga legislatif sana.
"Tugas budgeting, legislasi dan controlling membutuhkan caleg yang baik dan berkualitas", tukasnya.
Baik dalam arti, menurut Patar motivasinya didasarkan pada keinginan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sedangkan berkualitas dalam konteks memahami betul tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat.

"Makanya pemilih harus mengetahui dengan jelas rekam jejak dari caleg-caleg yang ditawarkan oleh partai, sebelum menentukan pilihannya", tukasnya.
Bagi Patar, tugas dari wakil rakyat itu adalah sebagai mitra pemerintah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam bentuk kebijakan dan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat.

Salam Marsipature Huta Na Be [Team RKH]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerhumor

1. Cerita Lucu Kentut Di Dalam Angkot Seorang sopir angkot dengan susah payah menunggu mengumpulkan penumpang di terminal sampai penuh. Ketika hendak berangkat, tiba-tiba perutnya terasa mulas dan ingin buang air besar. Namun ia kuatir jika tidak segera berangkat, para penumpang itu akan keluar dan mencari kendaraan lain. Untuk itu, dia menahan diri dan tetap berangkat. Di dalam perjalanan, ketika ia hendak kentut, sopir itu menutupinya kentutnya sambil membunyikan klakson. Setelah beberapa kali membunyikan klakson selama di perjalanan, Nenek: “Pak, jangan menekan klakson lagi, karena setiap kali klakson kamu tekan, di dalam angkot ini tercium bau kentut.” Sopir: “Akhirnya ketahuan juga dengan baunya wkwkwkwk.” 2. Cerita Lucu Dari Kentut Yang Pertama Ada sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istrinya. Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan ‘surprise’ pada istrinya. Suami: “Sayang,...

RUMAH KITA MENGAJAK MARSIPATURE HUTA NA BE

RUMAH KITA |   Apabila kita renungkan arti dari kalimat "Marsipature hutana be", ternyata maknanya sangat indah dan dalam. Slogan ini dapat berarti kerinduan kita kepada kampung halaman kita dan kerinduan kita yg mendalam melihat kampung halaman kita mengalami kemajuan. Slogan ini bisa juga bermakna satu program yang serius baik secara pribadi dan bersama-sama untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan kampung kita. Apa yang dapat kita lakukan? inilah yang perlu kita bahas bersama-sama. Namun sebelum itu sebagai gambaran umum tentang apa yang dapat kita lakukan, RUMAH KITA mengajak semua perantau maupun yang berdomisili dikecamatan Hutabayuraja keseluruhan untuk banyak hal seperti : 🏠Rasa peduli 🏠menanam investasi di kampung kita, mungkin kecil tapi kalau banyak bisa jadi sangat besar. 🏠Kita juga bisa memberikan masukan/saran kepada pemerintah dan stakeholder yang terlibat dalam membuat kebijakan dan terlibat dalam proses pembangunan. ...

KAMI TETAP PILIH JOKOWI

 RUMAH KITA |   Cinta yang tak tergoyahkan Karena Engkaulah panutan kami. Dan dari engkaulah kami bisa belajar banyak. Kau ajarkan anak-anakmu mandiri dan tak harus jadi politisi, dan jabatanmu tak dijadikan relasi, apalagi jadi lahan korupsi. SPENCER DAMANIK BENDAHARA DPC JPKP HUTABAYURAJA Engkau pun tak pernah menyerang atau mendeskredikitkan lawan-lawan politikmu, padahal nyata itu hanya serangan kedengkian yang tak beradab. Engkau justru balas dengan prestasi. Dibalik kesederhanaanmu selalu mengirim pesan optimisme. Fitnah, hinaan, cacian, cemoohan, kau anggap sebagai motivasi agar engkau lebih dekat dengan rakyatmu. Tak peduli kau dikatakan itu sebagai pencitraan, karena nyatanya kau memiliki citra yang baik. Sebaliknya yang mengatakan itu tak jelas kualitasnya, karena tak sempat berbuat sesuatu untuk bangsa dan negaranya, karena terlalu sibuk memikirkan sosok dirimu yang luar biasa. "Itulah sosok politisi kardus yang melekat pada diri mereka yang kentir,...